Content is the king! Itu betul dan saya setuju dg hal itu. Konten sangat penting jika kita ingin agar orang-orang menjadi pengunjung setia situs web kita. Namun ada hal yang tak kalah pentingnya dengan konten itu sendiri, yaitu cara menyampaikannya. Bayangkan sepotong kue yang sangat lezat rasanya dan bentuknya menarik. Namun sayang, kemasannya tidaklah selezat dan semenarik bentuk kue tersebut. Apa yang terjadi? Saya sendiri tidak akan tertarik untuk mencobanya. Apalagi bertindak lebih jauh, menjadi pelanggan setia kue itu. Kemasan, dalam hal ini adalah cara menyampaikan kue itu ke para calon pelanggannya. Hal yang sama juga bisa dikatakan berlaku untuk sebuah situs web.
Hal menarik untuk dicermati akhir-akhir ini adalah kecenderungan semakin maraknya pengguna lokal foursquare. Dari timeline akun twitter saya saja, sudah banyak pengguna akun twitter yang aktif menggunakan foursquare. Dan jika kita melakukan sedikit research di Google dg kata kunci “foursquare indonesia” terdapat lebih dari 600.000 hasil pencarian. Menariknya lagi, sudah ada komunitas foursquare Indonesia dan bahkan grup pengguna foursquare di Facebook. Hal ini menggelitik saya untuk mengupas sedikit mengenai user experience foursquare.
Ketika kita mengetik www.foursquare.com, kecenderungan bagi pengguna awal biasanya mengetik URL halaman awal, maka kita akan tiba di halaman seperti yang tergambar di bawah ini.
Saya sangat suka tampilan halaman awal ini yang selanjutnya kita sebut dengan rootpage. Rootpage fourquare sangat simple. Kesan pertama yang akan kita dapatkan begitu kita masuk adalah apa sebenarnya foursquare itu. Jawabannya jelas terlihat; Check-In, Find Your Friends, Unlock Your City. Sebagai tambahan informasi pengenalan ini, tersajikan informasi mengenai aktifitas terkini dari member foursquare. Dari “aktivitas terkini” user bisa mengetahui apa saja sih yang dikerjakan oleh para member foursquare, menarik tidak kegiatan yang dikerjakan itu. Kemudian, setelah user mendapatkan gambaran sedikit banyak mengenai foursquare, timbullah rasa ketertarikan itu. Dengan sigap, seketika itu juga user langsung diajak bergabung tanpa perlu menjelajahi halaman dalam atau susah payah mencari loket pendaftaran untuk mengintip lebih jauh makhluk bernama foursquare ini. Bagaimana cara foursquare mengajak langsung usernya? Sederhana, dengan hanya mengklik tulisan besar JOIN NOW yang mentereng.
Untuk memudahkan user sekaligus tools agar para usernya semakin engage, maka disediakanlah fasilitas aplikasi mobile foursquare langsung di halaman rootpage ini. Namun sayang, saya kurang setuju dengan peletakan What is foursquare? dan informasi untuk Developers & Business di bawah fasilitas GET IT NOW. Padahal jika posisinya ditukar, maka akan lebih efektif bagi user awal. Apalagi, informasi nya sudah terkategorikan untuk para Developers dan untuk Business yang ingin menggunakan foursquare untuk meng-engage customer nya.
Pada bagian paling bawah, adalah navigasi menu standar dalam bentuk teks biasanya memuat informasi mengenai perusahaan.
Setelah user login, maka user akan dibawa ke halaman dalam login yang selanjutnya kita sebut Homepage. Untuk user experiencenya, akan saya sambung ke artikel Mengupas User Experience Foursquare (bag 2).

seruh tuh kelihatannya…
Ma kasih ni infonya…. langsung join..ah…, perlu nyantumin referal gak..hahaha