Kehadiran iPad tentunya mengubah sebagian wajah industri media. Bayangkan, jika kita bisa berstreaming ria menonton film di ketinggian 10.000 kaki di atas laut dengan menggunakan fasilitas wi-fi pesawat terbang yang kita tumpangi. It’s just like we were in a science fiction become reality.
Seperti halnya revolusi yang terjadi di industri musik dengan kehadiran iTunes, TV ke depannya juga akan mengalami perubahan besar. Akan lebih banyak konten yang diproduksi untuk konsumen, didistribusikan dan dimonetisasi dengan cara yang sangat berbeda dari masa lalu. Ada dua hal yang pasti di sini: 1) Semakin banyak konten TV yang akan kita tonton dan 2) Akan lebih banyak cara kita mengkonsumsi TV. Ini didorong oleh kebiasaan pengguna yang telah berubah. Dari sebelumnya hanya menonton saja menjadi menonton TV sembari berselancar ria di web ataupun membaca artikel.
Beberapa tahun yang lalu, banyak timbul perdebatan mengenai lamanya kita mau menonton konten di handphone. Sekarang pertanyaan itu terjawab, semakin banyak orang yang mendownload video atau menonton TV lewat handphone kemanapun mereka pergi.
Boxee, Roku, Netflix adalah pemain-pemain yang muncul untuk mengambil bagian dari irisan lezatnya kue revolusi industri TV. Belum lagi bentuk baru dari pengaruh social media terhadap TV dalam bentuk TV sosial. Contoh paling sukses mungkin kerjasama Facebook Connect dengan CNN dalam menghadirkan acara inagurasi presiden Barrack Obama. Di Indonesia sendiri, yang agak mengadopsi konsep baru ini menurut pengamatan saya adalah acara “Online” yang dipandu oleh Jeng Kelin & Olga. Peluang terbesar supaya konsep varu ini berhasil jika acara berlangsung secara “live” sebagaimana MTV melakukannya dalam program Backchannel yang mengubah aktivitas menonton menjadi sebuah pengalaman bermain. Selama acara berlangsung, penonton diajak untuk memberi komen dan rating. Komen yang mendapat rating paling banyak adalah pemenangnya.
Belum lagi kehadiran TV commerce dimana penonton bisa langsung memesan selama acara berlangsung dengan hanya mengklik, menekan tombol remote TV ataupun hanya dengan satu sentuhan tangan saja. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap cara berbelanja kita.
Melihat itu semua, adalah saatnya bagi kita berinovasi dan bereksperimen untuk mengambil kesempatan yang terbentang luas di depan mata.